Pondok Pesantren Al Munawwir Gringsing - Batang

Budi Luhur


Dasar bertindak manusia jawa adalah budi luhur. Tentang budi luhur, Ranggawarsita menyebut budi denggan darrah yang berarti permata,, yang bersinar beraneka warna, merupakan  perhiasan dzat dan menjadi pintu atma. Berbudi bernama akal, pada hakikatnya hanya satu, tetapi diberi limma yakni:
1.      Budi Maknawi, yaitu hati maknawi, artinya perwujutan budi.
2.      Budi Sanubari, yaitu hati sanubari, artinya perwujutan budi.
3.      Budi Suweda, yaitu hati suweda, artinya titian hati menjadi ibarat keadaan budi.
4.      Budi Fuad, yaitu hati Fuad, artinya titian jantung, dinamai pula budi zaki atau hati zaki, artinya hati suci, ibarat awasnya budi.
5.      Budi Sirri, yaitu hati sirri, artinya hati yang jernih ibarat perasaan budi (simuh,1988: 341)

No comments

Powered by Blogger.