pesan pesan nasionalis Ir. Soekarno

Kamis, 21 Juli 2011

Mungkin kita pernah dengar nama Ir. Soekarno,,,

Yupp benar,,,

 Ir. Soekarno atau Bung Karno adalah presiden pertama di negeri kita tercinta ini,.. beliau adalah pemimpin yang handal, bijaksana, berwibawa tinggi dihadapan rakyat. Beliau adalah nasionalis yang berjuang untuk rakyat. 

Beliau juga seorang orator yang hebat , tegas dalam bicara, nyata dalam janji.. bahkan kata yang keluar dari mulut beliau menggegerkan Belanda, Inggris, dan Amerika yang  ingin menguasai Indonesia kembali.
Selain ditakuti penjajah, Ir Soekarno juga seorang motivator yang ulung seperti pada pidato pidato Ir. Soekarno kepada rakyatnya:

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”    dan    “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……”

Berikut ini adalah secuil kalimat kalimat yang diucapkan oleh Bung Karno:

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)




“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno


 

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)








“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”


Sudah seharusnya kita bangga,,,
Kita mempunyai pemimpin berkelas dunia, hingga sampai saat ini namanya masih diharumkan di belahan bumi manapun... Jika kita ingin maju maka sebaiknya kita menurut nasehat Bung Karno  
“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong”
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

RUMPUT KITA LEBIH HIJAU DARIPADA RUMPUT  TETANGGA...  TONGKAT DAN BATU JADI TANAMAN, JALA DAN KAIL CUKUP UNTUK MENGHIDUPI....

DIRGAHAYU INDONESIA.....!!!

Kemerdekaan Indonesia Bukanlah Pemberian Bangsa Lain...!!!

Selasa, 19 Juli 2011




Indonesia adalah negeri yang subur dan kaya, kekayaan alam baik perairan maupun daratan adalah daya tarik Indonesia terhadap bangsa bangsa asing untuk datang ke Nusantara ini. Sebelum merdeka, negara Indonesia merasakan pahitnya penjajahan oleh beberapa negara asing. Dimulai dari penjajahan Portugis yang pertama kali tiba di Malaka pada tahun 1509. Portugis berhasil menguasai Malaka pada 10 Agustus 1511 yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Setelah menguasai Malaka, portugis mulai bergerak dari Madura sampai ke Ternate. Bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Portugis. Salah satu perlawan yang terkenal adalah perlawan Fatahillah yang berasal dari Demak di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta). Fatahillah berhasil memukul mundur bangsa Portugis dan mengambil kembali Sunda Kelapa. Setelah itu nama Sunda Kelapa diubah oleh Fatahillah menjadi Jayakarta.
Keberhasilan Portugis mendorong bangsa Eropa yang lain untuk ikut mencari untung. Kalau Portugis lebih memusatkan perhatian di Ternate, Spanyol lebih tertarik bersekutu dengan Tidore. Terjadilah persaingan antara Portugis dan Spanyol di kawasan Maluku. Spanyol kemudian membangun benteng di Tidore. Pembangunan benteng ini semakin memperuncing persaingan persekutuan Portugis dan Ternate dengan Spanyol dan Tidore. Akhirnya pada tahun 1527 terjadilah pertempuran antara Ternate dengan bantuan Portugis melawan Tidore yang dibantu oleh Spanyol. Benteng yang dibangun Spanyol di Tidore dapat direbut oleh persekutuan Ternate dan Portugis.
Portugis dan Spanyol menyadari kerugian yang ditimbulkan akibat persaingan itu. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada tahun 1534 keduanya menyepakati diadakanlah Perjanjian Saragosa. Isi perjanjian itu antara lain;
Maluku menjadi daerah pengaruh dan kegiatan Portugis
Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan diri di Filipina

Perjanjian ini semakin mengokohkan kedudukan Portugis di Maluku. Dalam melaksanakan monopoli perdagangan, Portugis juga memiliki ambisi untuk menanamkan kekuasaan di Maluku. Itulah sebabnya, rakyat dan raja Ternate kemudian menentang Portugis.
kapal dagang VOC
Masa penjajahan Portugis berakhir pada tahun 1602 setelah Belanda masuk ke Indonesia. Belanda masuk ke Indonesia melalui Banten di bawah pimpinan Cornelius de Houtman. Belanda ingin menguasai pasar rempah-rempah di Indonesia dengan mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Banten pada tahun 1602. Karena pasar di Banten mendapat saingan dari pedagang tionghoa dan inggris maka kantor VOC pindah ke Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan, VOC mendapat perlawanan dari Sultan Hasanuddin. Setelah berpindah-pindah tempat, akhirnya VOC sampai d Yogyakarta. Di Yogyakarta, VOC menandatangani perjanjian Giyanti yang isinya adalah Belanda mengakui mangkubumi sebagai Sultan Hamengkubuwono 1. Perjanjian Giyanti juga memecah kerajaan Mataram menjadi Kasunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Lalu, akhirnya VOC dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1800 setelah Belanda kalah dari Perancis.
Setelah VOC dibubarkan, penjajahan Belanda tidak berhenti. Belanda menunjuk Daendels sebagai gubernur jenderal hindia belanda. Pada masa Deandels, masyarakat Indonesia dipaksa untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan. Namun masa pemerintahan Daendels tidak berlangsung lama dan digantikan oleh Johannes van den Bosch. Van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Dalam sistem tanam paksa, setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan (20%) dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial.
Setelah 350 tahun Belanda menguasai Indonesia, pemerintahan Belanda di Indonesia digantikan oleh bangsa Jepang. Belanda menyerah tanpa syarat kepada jepang melalui perjanjian Kalijati pada tanggal 8 maret 1942. Masa pendudukan Jepang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada 17 agustus 1945. Di Indonesia, Jepang membentuk beberapa organisasi. Organisasi yang dibuat Jepang antara lain adalah PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (pasukan Indonesia buatan Jepang), PUTERA, Jawa Hokokai (pengganti Putera).
Marsekal Terauci
kota nagasaki dijatuhi bom atom oleh sekutu
Pada awalnya, kedatangan pasukan Jepang disambut dengan hangat oleh bangsa Indonesia. Namun dalam kenyataannya, Jepang tidak jauh berbeda dengan Negara imperialis lainnya. Jepang termasuk negara imperialis baru, seperti Jerman dan Italia. Sebagai Negara imperialis baru, Jepang membutuhkan bahan-bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan pasar bagi barang-barang industrinya. Oleh karena itu, daerah jajahan menjadi sangat penting artinya bagi kemajuan industri Jepang. Apalah arti kemajuan industry apabila tidak didukung dengan bahan mentah (baku) yang cukup dengan harga yang murah dan pasar barang hasil industri yang luas. Dengan demikian, jelas bahwa tujuan kedatangan Balatentara Jepang ke Indonesia adalah untuk menanamkan kekuasaannya, untuk menjajah Indonesia. Artinya, pengakuan sebagai ‘saudara tua’ merupakan semboyan yang penuh kepalsuan. Hal itu dapat dibuktikan dari beberapa kenyataan yang terjadi selama pendudukan Balatentara Jepang di Indonesia. Bahkan, perlakuan pasukan Jepang lebih kejam sehingga bangsa Indonesia mengalami kesengsaraan yang maha dasyat.
PETA
Pada tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh sekutu, sehingga pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Jenderal Koiso memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia. Janji tersebut diucapkan agar rakyat Indonesia membantu Jepang untuk menghadapi Sekutu. Untuk meyakinkan Rakya Indonesia, Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI dibentuk untuk tujuan menyusun rencana undang undang dasar. Setelah  berhasil menyusun rencana undang undang dasar maka pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)
Pada tanggal 15 Agustus 1945 di Jakarta berlangsung musyawarah pemuda yang kemudian dikenal dengan “ Gerakan Angkatan Baru” atau juga disebut “Angkatan Baru Empat Lima” Gerakan Pemuda ini mempunyai pikiran pikiran yang mengeluarakan pernyataan tentang datangnya Indonesia Merdeka dengan bentuk Republik  yang berdasarkan Kedaulatan Rakyat.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima dijatuhi bom atom oleh Sekutu, tiga hari kemudian tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom. Karena keadaan negeri Jepang yang kacau akibat serangan bom atom oleh sekutu maka Marsekal Terauci selaku panglima tentara Jepang  di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno,  Drs. Mohamad Hatta, dan Dr. Radjiman Wediodiningrat(pimpinan BPUPKI) agar datang ke Markas besarnya di Dalath( Vietnam). Rombongan Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Dr. Radjiman Widiodiningrat  berangkat dari indonesia menuju Vietnam, sedangkan pertemuan dengan Marsekal Terauci berlangsung pada tanggal 12 Agustus 1945. Dalam pertemuan itu Marsekal Terauci memutuskan bahwa Jepang akan memberikan Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan kemerdekaan itu akan diumumkan jika persiapan sudah selesai. Setelah mendengarkan penjelasan  tersebut, rombongan Ir. Soekarno kembali ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945.
Karena kedudukan Jepang semakin terpojok karena Pasukan Amerika yang semakin dekat  ke negeri Jepang, serta Rusia mengumumkan perang kepada Manchuria, maka akhirnya Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Mendengar  siaran berita dari Radio Amerika,  Syahrir menyanpaikan berita kepada Drs. Moh. Hatta yang meneruskan berita tersebut kepada Ir. Soekarno bahwa  jepang telah kalah.
laksamana Maeda
Kurang puas akan berita tersebut selanjutnya Ir Soekarno dan Moh. Hatta berkunjung  ke rumah Laksamana Maeda untuk menanyakan kabar kebenaran berita tersebut. Setelah mendapat jawaban dari Laksamana Maeda mereka bertambah yakin bahwa perang telah selesai dan Jepang kalah.

Sore hari pada tanggal 15 Agustus 1945, Subandio Sastrosatomo dan Subianto menemui Drs. Moh. Hatta supaya mencegah PPKI mengumumkan kemerdekaan dengan alasan jika PPKI mengumumkan kemerdekaan berarti kemerdekaan tersebut adalah hadiah dari Jepang bukan dari Pejuangan Bangsa Indonesia.  Kelompok pemuda tidak menyetujui  kehendak kelompok tua mengenai kemerdekaan sebab kelompok tua mengambil strategi kooperasi terhadap pemerintah jepang. Kelompok ini bersifat hati-hati dalam mencemati masalah kemerdekaan. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai dengan persetujuan perjanjian dengan Jepang. Mereka tidak mau melanggar perjanjian itu karena akan terjadi pertumpahan darah. Selain itu, mereka juga mengetahui bahwa jepang di beri tugas oleh sekutu untuk mempertahankan status Quo/ vacum of power  di Indonesia.

Pada tanggal 15 Agustus 1945 pada malam harinya, para pemuda mengadakan pertemuan di Pegangsaan Timur dan mengambil keputusan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan persoalan bangsa Indonesia sendiri yang tidak dapat digantungkan kepada orang atau bangsa lain. Maka dari keputusan tersebut mereka mendapat solusi bahwa  jalan satu satunya adalah memproklamasikan kemerdekaan oleh bangsanya sendiri.

 Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Moh.Hatta dibawa pemuda ke Renglasdengklok pada pukul 04.00 yang bertujuan untuk menjauhkan kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang. Latar belakang penculikan tersebut karena perbedaan  pendapat antara kehendak golongan nasionalis pemuda dan golongan nasionalis tua. Malam harinya Soekarno dan Moh.Hatta tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 WIB
Sekembalinya Ir. Soekarno dan Muh. Hatta ke Jakarta,  golongan muda dan golongan tua menyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang  berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln. Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Sedangkan diruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dengan mengatasnamakan  bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik.
 
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.




Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh ibu Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat harapan baru terbebas dari penjajahan. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai negara yang baru memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mendapat simpati dari bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Sebagai sebuah negara merdeka, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan Undang-Undang Dasar (UUD 1945) dan pemilihan Presiden yaitu Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden.
Semula rakyat Indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan Sekutu, karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di bawah pimpinan Van der Plass dan Van Mook ikut di dalamnya,sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. NICA adalah organisasi yang didirkanorang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australiasetelah Belanda menyerah pada Jepang. Organisasi ini semula didirikan dan berpusat di Australia.
Keadaan bertambah buruk karena NICA mempersenjatai kembali KNIL setelah dilepas Oleh Sekutu dari tawanan Jepang. Adanya keinginan Belanda berkuasa di Indonesia menimbulkan pertentangan, bahkan dimana-mana terjadi pertempuran melawan NICA dan Sekutu. Tugas yang diemban oleh Sekutu yang dalam hal ini dilakukan oleh Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) ternyata memiliki agenda yang terselubung. Kedatangan pasukan Sekutu justru diboncengi oleh NICA yang tidak lain adalah orang-orang Belanda yang ketika Jepang dating melarikan diri ke Australia dan membentuk kekuatan di sana. Mereka memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali Hindia Belanda. Dengan demikian sikap Indonesia yang semula menerima kedatangan Sekutu menjadi penuh kecurigaan dan kemudian berkembang menjadi permusuhan.

PERISTIWA PERISTIWA HEROIK MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

Peristiwa 10 November 1945



Peristiwa yang terjadi di Surabaya itu merupakan rangkaian peristiwa yang dimulai sejak kedatangan pasukan Sekutu dengan bendera AFNEI di Jawa Timur. Khusus untuk Surabaya, Sekutu menempatkan Brigade 49, yaitu bagian dari divisi ke-23 Sekutu. Brigade 49 dipimpin Brigjen A.W.S. Mallaby yang mendarat 25 Oktober 1945. Pada mulanya pemerintah Jawa Timur enggan menerima kedatangan Sekutu. Kemudian dibuat kesepakatan antara Gubernur Jawa Timur R.M.T.A.
Suryo dengan Brigjen A.W.S. Mallaby. Kesepakatan itu adalah sebagai berikut:
1)      Inggris berjanji tidak mengikutsertakan angkatan perang Belanda
2)      Menjalin kerja sama kedua pihak untuk menciptakan kemanan dan ketentraman
3)      Akan dibentuk kontrak biro
4)      Inggris akan melucuti senjata Jepang
Dengan kesepakatan itu, Inggris diperkenankan memasuki kota Surabaya. Ternyata pihak Inggris ingkar janji. Itu terlihat dari penyerbuan penjara Kalisosok 26 Oktober 1945. Inggris menduduki pangkalan udara Tanjung Perak tanggal 27 Oktober 1945, serta menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjatasenjata mereka. Kontrak senjata antar Sekutu dan rakyat Surabaya sudah terjadi sejak 27 Oktober 1945. Karena terjadi kontak senjata yang dikhawatirkan meluas, Presiden Soekarno dan Wakil
Presiden Moh. Hatta mengadakan perundingan. Kedua belah pihak merumuskan hasil perundingan sebagai berikut.
1)      Surat-surat selebaran/pamflet dianggap tidak berlaku
2)      Sekutu mengakui keberadaan TKR dan Polisi Indonesia
3)      Seluruh kota Surabaya tidak lagi dijaga oleh Sekutu, sedangkan kampkamp tawanan   dijaga bersama-sama Sekutu dan TKR
4)      Tanjung Perak dijaga bersama TKR, Sekutu, dan Polisi Indonesia
Walaupun sudah terjadi perundingan, akan tetapi di berbagai tempat di kota Surabaya tetap terjadi bentrok senjata antara Sekutu  dan rakyat Surabaya yang bersenjata. Pertempuran seru terjadi di Gedung Bank Internatio di Jembatan Merah. Gedung itu dikepung oleh para pemuda yang menuntut agar pasukan A.W.S. Mallaby menyerah. Tuntutan para pemuda itu ditolak pasukan Sekutu. Karena begitu gencarnya pertempuran di sana, akibatnya terjadi kejadian fatal, yaitu meninggalnya A.W.S. Mallany tertusuk bayonet dan bambu runcing.
Peristiwa ini terjadi tanggal 30 Oktober 1945. Dengan meninggalnya A.W.S. Mallaby, pihak Inggris memperingatkan rakyat Surabaya dan meminta pertanggungjawaban. Mereka mengancam agar rakyat Surabaya menyerah dan akan dihancurkan apabila tidak mengindahkan seruan itu. Ultimatum Inggris bermakna ancaman balas dendam atas pembunuhan A.W.S. Mallaby disertai perintah melapor ke tempat-tempat yang ditentukan. Disamping itu, pemuda bersenjata harus menyerahkan senjatanya. Ultimatum Inggris itu secara resmi ditolak rakyat Surabaya melalui pernyataan Gubernur Soerjo. Karena penolakan itu, pertempuran tidak terhindarkan lagi, maka pecahlah pertempuran pada tanggal 10 November 1945.
Sekutu mengerahkan pasukan infantri dengan senjata-senjata berat. Peristiwa heroik ini berlangsung hampir tiga minggu. Dalam pertempuran tersebut, melalui siaran radio, Bung Tomo membakar semangat arek-arek Suroboyo. Pertempuran yang memakan korban banyak dari pihak bangsa Indonesia ini diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November. Peringatan itu merupakan komitmen bangsa Indonesia yang berupa penghargaan terhadap kepahlawanan rakyat Surabaya sekaligus mencerminkan tekad perjuangan seluruh bangsa Indonesia.
Pertempuran Ambarawa

Pertempuran ini berlangsung tanggal 20 November sampai dengan 15 Desember 1945 antara TKR dan pasukan Inggris. Peristiwa itu berawal dari kedatangan tentara sekutu di Semarang tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan semula pasukan itu adalah mengurus tawanan perang. Akan tetapi, ternyata mereka diboncengi oleh NICA yang kemudian mempersenjatai para tawanan.
Di Ambarawa tanggal 20 Oktober 1945 pecahlah pertempuran antara TKR yang dipimpin Mayor Sumarto dengan tentara Sekutu. Dalam pertempuran itu gugur Letkol Isdiman, Komandan Resimen Banyumas. Dengan gugurnya Kolonel Isdiman, komando pasukan diambil alih oleh Letnan Kolonel Sudirman yang saat itu menjabat sebagi panglima divisi Banyumas. Pasukan Sekutu menggunakan para tawanan Jepang yang telah dipersenjatai untuk ikut bertempur. Mereka juga mengerahkan tank dan senjata berat lainnya.
Pada tanggal 12 Desember 1945, pasukan Indonesia melancarkan serangan serentak. Setelah bertempur selama empat hari, akhirnya pasukan Indonesia berhasil mengusir tentara Sekutu dari Ambarawa dan memukul mundur mereka sampai Semarang. Melalui pertempuran ini nama Sudirman mula terangkat. Ketika terjadi pemilihan pimpinan tentara di Yogyakarta, Sudirman dapat mengalahkan Urip Somoharjo.
Peristiwa Medan Area

Mr. Teuku M. Hassan yang telah diangkat menjadi gubernur mulai membenahi daerahnya. Tugas pertama yang dilakukan Gubernur Sumatera ini adalah menegakkan kedaulatan dan membentuk Komite Nasional Indonesia untuk wilayah Sumatera. Oleh karena itu, mulai dilakukan pembersihan terhadap tentara Jepang dengan melucuti senjata dan menduduki gedung-gedung pemerintah. Pada tanggal 9 Oktober 1945, di Medan mendarat pasukan Sekutu yang diboncengi oleh NICA. Para Pemuda Indonesia dan Barisan Pemuda segera membentuk TKR di Medan. Pertempuran pertama pecah tanggal 13 Oktober 1945 ketika lencana merah putih diinjak-injak oleh tamu di sebuah hotel. Para pemuda kemudian menyerbu hotel tersebut sehingga mengakibatkan 96 korban luka-luka. Para korban ternyata sebagian orang-orang NICA. Bentrokan antar Sekutu dan rakyat menjalar ke seluruh kota Medan. Peristiwa kepahlawanan ini kemudian dikenal
sebagai pertempuran “Medan Area”.
 Bandung Lautan Api

Istilah Bandung Lautan Api menunjukkan terbakarnya kota Bandung sebelah selatan akibat politik bumi hangus yang diterapkan TKR. Peristiwa itu terjadi tanggal 23 Maret 1946 setelah ada ultimatum perintah pengosongan Bandung oleh Sekutu. Seperti di kota-kota lainnya, di Bandung juga terjadi pelucutan senjata terhadap Jepang. Di pihak lain, tentara Sekutu menghendaki agar persenjataan yang telah dikuasai rakyat Indonesia diserahkan kepada mereka. Para pejuang akhirnya meninggalkan Bandung, tetapi terlebih dahulu membumihanguskan kota Bandung. Peristiwa tragis ini kemudian dikenal sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.

Kemerdekaan Indonesia Bukanlah karena Semata-mata kebetulan atau Pemberian dari Penjajah, Kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan dari Rakyat Indonesia Sendiri.  Merdeka atau Mati adalah pilihan para patriot- patriot bangsa untuk kita yang lupa akan mereka. Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Para Pahlawan.
 Menagislah ketika Sang  Saka Merah- Putih sedang dikibarkan, Menangislah ketika engkau ditinggalkan oleh Pahlawan. Walaupun mereka telah  tiada kini saatnya kita meneruskan cita- cita para pahlawan untuk mempertahankan Kemerdakaan serta  Kedaulatan Indonesia.
Kita memang berbeda ras, suku, budaya dan keyakinan, bukankah itu adalah warna warni Indonesia yang Indah?? Perbedaan bukanlah alasan untuk berkelahi, ingatlah saat  engkau menyaksikan film “Merah- Putih” . Mereka melawan Penjajah tidak membedakan antara keyakinan, suku dan budaya . Mereka bertempur atas nama  Indonesia bukan agama, bukan asal mereka dan bukan nafsu dunia.
 Berfikirlah sejenak, kenapa kita harus berkelahi dengan saudara setanah air kita? Kenapa kita harus saling membunuh?? Bukankah itu akan meruntuhkan Indonesia??
Sudah seharusnya kita bangkit, sudah seharusnya kita mengabdi untuk Indonesia... Marilah kita berjabat tangan demi ciptakan Indonesia sebagai Surga Dunia yang Penuh Kedamaian..


Dirgahayu Republik Indonesia....

Siapakah Jenderal Soedirman itu ???

Selasa, 24 Mei 2011

Siapa sih yang tidak kenal beliau? Dari anak TK sampai kakek kakek/ nenek nenek pasti tahu dan pernah dengar nama Soedirman (dibaca: Sudirman). Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada tanggal 24 Januari 1916. Beliau adalah pahlawan nasional Indonesia  yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Soedirman lahir dan di besarkan dalam lingkungan yang sederhana. Ayahnya bernama Karsid Kartowirodji, Beliau adalah seorang pekerja pada Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, sedangkan Ibunya bernama Siyem, Beliau adalah keturunan Wedana Rembang. Pada umur 8 bulan, Soedirman diangkat sebagai anak oleh R. Tjokrosoenaryo, R. Tjokrosoenaryo adalah seorang asisten Wedana Rembang yang masih saudara dengan Ibunya Soedirman.

Sodirman mendapat pendidikan formal dari sekolah Taman Siswa, Kemudian Beliau melanjutkan ke Hollandsche Indische Kweekschool  (sekolah guru) Muhammadiyah Surakarta tetapi beliau tidak sampai tamat sekolah. Pada waktu sekolah, beliau aktif dalam organisasi kepanduan Hizbul Wathan. Walaupun beliau tidak sampai tamat di Hollandsche Indische Kweekschool,  beliau akhirnya menjadi guru di Hollandsch-Inlandsche School  Muhammadiyah di cilacap.  Sekolah ini diperuntukan bagi golongan penduduk keturunan Indonesia asli, sehingga disebut juga Sekolah Bumiputera Belanda. Pada umumnya disediakan untuk anak-anak dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri.

Ketika Jepang mengalahkan sekutu di Asia Tenggara dan Jawa Jatuh kepada Jepang, Soedirman  masuk dalam organisasi militer Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor, stelah menyelesaikan pendidikan Militernya di Bogor selanjutnya Beliau menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Tengah.  PETA dibentuk oleh Jepang guna menahan serangan sekutu atas kedudukan Jepang di Indonesia khususnya di Pulau Jawa.
Setelah berakhirnya Perang Dunia ke II pada tanggal 14 agustus 1945, pasukan Jepang menyerah tanpa syarat terhadap sekutu. Setelah Jepang menyerah Soedirman menyerbu dan merebut gudang senjata pasukan jepang di Banyumas Jawa Tengah. Setelah mempunyai senjata sendiri, Soedirman mengorganisir batalyon PETA-nya menjadi sebuah Resimen yang bemarkas di Banyumas guna menjadi pasukan Perang Republik Indonesia.

Pada tanggal 21 November sampai dengan 15 Desember 1945 pecahlah Pertempuran Ambarawa. Pertempuran ini terjadi antara TKR dengan pasukan Belanda dan sekutunya. Pertempuran ini terjadi ketika tentara Sekutu secara sepihak membebaskan orang orang Belanda yang ditahan di Penjara Ambarawa dan Magelang. para tawanan tersebut malah dipersenjatai sehingga menimbulkan kemarahan pihak Indonesia. Insiden bersenjata timbul di kota Magelang, hingga terjadi pertempuran. Di Magelang, tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan. TKR Resimen Magelang pimpinan Letkol. M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara Sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana.
Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa. Akibat peristiwa tersebut, Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letkol. M. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta.

Tentara Sekutu kembali dihadang oleh Batalyon I Soerjosoempeno di Ngipik. Pada saat mundur, tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Letkol. Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut, namun Beliau gugur sebagai kusuma bangsa. Sejak gugurnya Letkol. Isdiman, Komandan Divisi V Banyumas, Kol. Soedirman merasa kehilangan seorang perwira terbaiknya dan Beliau langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran.
pak sudirman berserta para gerilyawan republik

Tanggal 11 Desember 1945 pada malam hari, di sebuah rumah penduduk desa kelurahan Ambarawa, para komandan sektor pertempuran dan komandan kelaskaran berkumpul. Mereka mendengarkan instruksi dari Komandan Divisi V Kolonel Soedirman tentang rencana serangan yang akan digelar. Instruksi itu sebagai berikut :

Ambarawa harus kita rebut dengan serangan serentak Karena Ambarawa merupakan kunci bagi mereka untuk menguasai seluruh Jawa tengah dan Jogjakarta. Ini akan membahayakan posisi Republik. Kita akui  terus terang bahwa kita kurang kuat dalam persenjataan kita. Tetapi keadaan semacam ini tidak menghambat kita, atau mengurangi hasrat kita untuk mempertahankan negara kita. Kami sudah menentukan suatu siasat, yaitu pendadakan serentak dengan taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang.Komandan penyerangan dipegang oleh komandan sektor TKR. Pasukan pasukan dari badan perjuangan    sebagai barisan belakang. Serangan dimulai besok pagi pukul 04.30. Selamat berjuang, Allah SWT bersama kita, Amin. Merdeka ! ".

strrategi supit urang pak sudirman
        Taktik Mangkara Yudha atau Supit Urang  merupakan tata yudha klasik yang pernah digelar pada jaman Majapahit, kemudian digelar kembali oleh Kolonel Soedirman untuk mengusir tentara Sekutu. “rawe rawe rantas malang malang putung” begitulah pejuang pejuang  Republik meneriakan semangat  tempur, dibawah komando Jenderal  Sudirman para pejuang bersiap di posnya masing-masing.  Para pejuang baik dari militer maupun rakyat sangat solid serta melaksanakan tugasnya dengan baik. Setelah jalan besar Ambarawa- Semarang telah dikuasai oleh Pejuang Republik, jalan itupun dipertahankan serta mengunci kedudukan tentara sekutu (terutama Inggris) di dalam kota Ambarawa. 


Para Pejuang Republik hanya membuka pintu ke arah semarang serta menghimpit kedudukan sekutu ibarat  “supit urang” pejuang republikpun memukul dari arah selatan dan barat ke timur menuju ke arah Semarang, yang diikuti dengan gerakan penjepitan dari lambung kanan dan kiri dan berujung ke jalan arah Semarang.

palagan ambarawa
Setelah pertempuran yang sangat dasyat,  dimana peluru saling mendesing, granat ranjau bergelegar ibarat halilintar serta asap asap hitam melambung tinggi membelah langit Ambarawa, tiba saatnya Ambarawa terbebas dari penjajahan Sekutu  pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan sekutu telah diusir dari kota Ambarawa, untuk mengenang  pertempuran dan jasa jasa palawan dalam medan laga  perang Ambarawa maka didirikanlah monumen  “Palagan Ambarawa” serta ditetapkannya tanggal 15 Desember sebagai hari Infantri atau juga disebut  “Hari Juang  Kartika”.

wilayah teritorial Republik Indonesia pada tanggal 1 Desember 1948
Saat terjadi Agresi Militer II yang dilakukan oleh Belanda, Ibukota Republik Indonesia secara resmi di pindahkan ke Yogyakarta dengan alasan karena di Jakarta telah diduduki oleh tentara Belanda. Pada tanggal 19 Desember 1948 pukul 05.45 lapangan terbang Maguwo dihujani bom dan tembakan mitraliur oleh 5 pesawat Mustang  dan 9 pesawat Kittyhawk. 
bertahan di pangkalan udara maguwo
Pertahanan TNI di Maguwo hanya terdiri dari 150 personil pasukan pertahanan pangkalan udara dengan persenjataan yang sangat minim,  yaitu beberapa senapan ringan dan satu senapan anti pesawat 12,7.   Pada saat itu Senjata berat yang dimiliki TNI sedang dalam keadaan rusak.  Pada Pukul 06.45, 15 pesawat Dakota menerjunkan pasukan KST(pasukan Elit Kerajaan Belanda)  di atas Maguwo. Pertempuran merebut Maguwo hanya berlangsung sekitar 25 menit. Pada Pukul 7.10 bandara Maguwo telah jatuh ke tangan pasukan Kapten Eekhout. Dipihak Republik tercatat 128 tentara gugur sebagai kusuma bangsa, sedangkan di pihak penyerang,  tak satu pun  jatuh korban.

memimpin walau dalam keadaan sakit
Pada saat  Yogyakarta diduduki oleh Belanda, Jenderal Soedirman meninggalkan kota Yogyakarta untuk memimpin perang  gerilya. Walaupun kondisi Jenderal Soedirman yang sakit Tuberkolosis dan karena kecintaannya terhadap Indonesia,  meskipun di tandu jenderal Soedirman  tetap memimpin pasukannya  untuk bergerilya melawan penjajah, berpindah daerah ke  daerah, gunung ke  gunumg bukan menjadi halangan bagi Soedirman.

pak dirma memberi hormat kepada pak karno
Setelah Belanda menyerahkan kepulauan nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, Jenderal Soedirman kembali ke Jakarta bersama presiden Soekarno dan Wapres Muhammad Hatta. Pada tangal 29 Januari 1950,  Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang, Jawa Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya dan beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. 


Selamat Istirahat Pahlawanku...!!! Kini adalah tugas kami sebagai generasi muda untuk mempertahankan negeri demi mempertahankan kedaulatan NKRI....!!!!

Kumbakarna Sang Patriot

Kamis, 19 Mei 2011
kumbakarna
Dalam cerita ramayana, kumbakarna adalah saudara kandung Rahwana. Rahwana adalah raja raksasa dari Alengka.  Kumbakarna adalah seorang raksasa yang tinggi dan berwajah menyeramkan. Tetapi walaupun dia menyeramkan dia berwatak Perwira. Kumbakarna juga sering menasehati dan menyadarkan perbuatan kakaknya yang salah. 

hanoman
Ayah Kumbakarna adalah seorang Resi bernama Wisrawa, dan ibunya bernama Kekasi, Kekasi adalah putri seorang raja Detya bernama Sumali. Selain Rahwana,  Kumbakarna masih mepunyai saudara kandung bernama Wibisana dan Suryanaka sedangkan saudara tirinya adalah Kubera Kara, Dusasana dan Kumbini.
Kumbakarna mempunyai anak bernama Kumba dan Nikumba, kedua puteranya gugur dalam laga perang di Alengka. Kumba gugur waktu melawan Sugriwa dan Nikumba gugur di bunuh Hanoman.

rahwaba
Ketika Rahwana dan Kumbakarna  mengadakan tapa, Dewa Brahma muncul  karena berkenan dengan pemujaan yang mereka lakukan.  Brahma memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengajukan permintaan. Saat Kumbakarna mengajukan permintaanya, tiba tiba Dewi Saraswati masuk ke dalam mulut Kumbakarna dan membengkokan lidahnya. Maka saat Kumbakarna ingin mengajukan permintaan dan berkata “Indraasan” yang berarti “tahta Dewa Indra” malah salah menjadi “Neendrasan” atau “tidur abadi”
Karena salah berkata maka Brahma mengabulkan permintaan Kumbakarna, dan karena itu Rahwana membatalkan anugerah yang diberi oleh Brahma guna menyelamatkan adiknya dan mengurangi menjadi enam bulan, Rahwana melakukan itu karena kecintaannya terhadap adiknya. Selama masa tidurnya Kumbakarna tidak mampu mengerahkan seluruh kekuatanya.
rama
dewi sinta
Saat kerajaan Alengka diserbu oleh Pasukan Rama dan sekutunya, Rahwana sangat kewalahan menghadapi Pasukan Rama, lantas Rahwana memerintahkan pasukanya untuk membangunkan Kumbakarna yang sedang tidur selama enam bulan. Pasukan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan cara menginjak injakan gajah di perut Kumbakarna dan menusuk badannya dengan tombak. setelah mata Kumbakarna terbuka, pasukan Rahwana dengan segera menyajikan hidangan makanan dan mendekatkan makanan tersebut di depan hidungnya. Setelah Kumbakarna memakan makanan tersebut akhirnya Kumbakarna benar benar tterbangun dari tidurnya. Setelah terbangun Kumbakarna heran negerinya diserang Musuh, lantas Kumbakarna bertanya kepada kakaknya sebab pasukan Rama menyerang negeri Alengka. Setelah mengetahui, Kumbakarna  menasehati Rahwana agar mengembalikan Sinta dan menjelaskan apa yang dilakukan kakaknya itu adalah keliru.


Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama Kumbakarna maju ke medan laga untuk menjalankan kewajibanya sebagai pembela kerajaan. Kumbakarna sebenarnya tahu apa yang dilakukan kakaknya adalah salah, namun sebagai rasa cintanya terhadap tanah air diapun maju sebagai prajurit melawan serbuan tentara Rama.
anggada
Kumbakarna sering dilambangkan sebagai perwira pembela tanah tumpah darahnya. Kumbakarna berperang bukan untuk membela kakaknya, tetapi dia terpanggil oleh kewajiban  membela negara  serta kaumnya.
Dalam peperangan Kumbakarna banyak membunuh  pasukan wanara dan banyak melukai prajurit pilihan seperti Anggada, Sugriwa, Hanoman dan Nila. Dengan Panah saktinya Rama memutuskan kedua tangan Kumbakarna, walaupun tidak punya tangan Kumbakarna masih melawan dengan cara menginjak injak wanara-wanara, kemudian Rama memutuskan ke dua kakinya, setelah kedua kaki Kumbakarna putus Kumbakarna terjatuh, walaupun terjatuh kumbakarna tetap melawan dengan mengguling- gulingkan badanya untuk melindas pasukan Rama dan sekutunya. 


Melihat keperkasaan Kumbakarna, Rama pun terkesan dan kaggum, karena tidak kuat melihat Kumbakarna yang  tersiksa, dengan segera Rama melepaskan anak panahnya tepat pada leher Kumbakarna  yang akhirnya memisahkan kepala dan badan Kumbakarna.  Anak panah tersebut membawa terbang badan dan kepala Kumbakarna lalu jatuh di pusat kota Astina, maka berakhirlah hidup Kumbakarna.

Walaupun  Pemimpin kita tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan, Janganlah sekali-kali kita berkhianat  terhadap negara!  Membela negara adalah kewajiban kita....!

Selamat Hari Kebangkitan Nasional

NKRI HARGA MATI....!



Sumber:  Nanda MH. – Ensiklopedi Wayang (45)

ada apa dibalik rangkaian aksara jawa?

Sebenarnya apa sih kandungan dari tulisan asing ini???
  
aksara jawa
Menurut Raja Kasunanan Surakarta, Pakubuwono IX (1830-1893), beliau menafsirkan makna aksara jawa sebagai berikut:



Ha-Na-Ca-Ra-Ka 
yang artinya ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya adalah  ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia sebagai ciptaanNYA.

 Da-Ta-Sa-Wa-La
yang artinya setelah manusia  diciptakan dan pada saatnya sampai kepada data " saatnya ( dipanggil )
"  manusia tidak boleh sawala " menolak " semua manusia harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Gusti.

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya
berarti menyatunya brahman dan atman. Maksudnya adalah  padha " sama " atau sesuai,  " tunggal
batin yang digambarkan dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan  sedangkan  Jaya itu " menang, unggul " secara sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan "

 

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga
berarti menerima apapun yang perintah dan larangan yang diberikan oleh Gusti.  Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, walaupun manusia diberi kesempatan untuk  menanggulanginya.

Makna Huruf:

 Ha  Hana hurip wening suci - adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
 Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara - pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
 Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi - arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
 Ra Rasaingsun handulusih - rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
 Ka Karsaningsun memayu hayuning bawana - hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam
 Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan - menerima hidup apa adanya
 Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa - mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
Sa Sifat ingsun handulu sifatullah - membentuk kasih sayang seperti kasihTuhan 
 Wa Wujud hana tan kena kinira - ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
 La Lir handaya paseban jati - mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
 Pa Papan kang tanpa kiblat - Hakekat Allah yang ada disegala arah
 Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane - Untuk bisa diatas tentu dimulai dari
dasar
 Ja Jumbuhing kawula lan Gusti - Selalu berusaha menyatu memahami
kehendak-Nya
 Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi - yakin atas titah/kodrat
Illahi
 Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki - memahami kodrat kehidupan
 Ma Madep mantep manembah mring Ilahi - yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
 Ga Guru sejati sing muruki - belajar pada guru nurani
 Ba Bayu sejati kang andalani - menyelaraskan diri pada gerak alam
 Tha Tukul saka niat - sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
 Nga Ngracut busananing manungso - melepaskan egoisme pribadi manusia


Betapa hebatnya nusantara ini, sebuah abjad bisa bermakna luar biasa, yang jadi pertanyaan saya, "apakah kita bisa menjaga warisan nenek moyang ini?? ??" andalah yang bisa menjawab... selamat hari kebangkitan nasional˘ )!!!
 
 
 
 
terimaksih sangat kepada sumber: Budaya Nusantara, KEBUDAYAAN JAWA Disusun oleh : Ainul Fuadi 02/3B;Cory Denies Kartika 08/3B;Fransiscus Asisi Edo HS 14/3B; Irvan Widi Santoso 15/3B;Laila Sahajah 18/3B.DIPLOMA III PENILAI / PBB SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 2007