Wednesday, April 18, 2018

Pembubaran PPKI dan Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat

- 0 komentar


Pada tanggal 23 Agustus, Hatta memimpin sidang pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai pengganti dari PPKI. KNIP baru disahkan pada 29 Agustus 1945, bersamaan dengan itu turut dilantik pula anggota KNIP sebanyak 136 orang dengan ketuanya adalah Mr. Kasman Singodimejo. Keanggotaan KNIP diambil dari pemuka-pemuka masyarakat dan wakil-wakil dari berbagai daerah sebagai bentuk representasi wilayah serta anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang tidak diangkat menjadi menteri. Meskipun anggota KNIP tidak dipilih oleh rakyat tetapi setidaknya KNIP menjadi awal proses pembentukan pemerintahan RI.
[Continue reading...]

Peristiwa Rapat Raksasa Ikada

- 0 komentar


Sejak dibentuknya Kabinet Presidensil, hingga pertengahan September belum ada tanda-tanda Kabinet bekerda dan berusaha menyingkirkan halangan-halangan dari Tentara Jepang. Melihat keadaan itu, para pemuda yang hilang kesabarannya melihat angkatan ‘tua’ yang ragu-ragu menghadapi Jepang merencanakan rapat raksasa di lapangan Ikada.
Rapat raksasa di Lapangan Ikada digelar pada tanggal 19 Sepetember 1945. Tujuan diselenggarakannya rapat itu adalah menyampaikan penjelasan kepada rakyat mengenai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sebenarnya pihak penguasa Jepang sudah melarang sejak sehari sebelumnya, begitupula Sukarno meminta agar para pemuda pelajar dan mahasiswa membatalkan rapat raksasa Ikada, tetapi para pemuda menegaskan tekad mereka untuk tetap meneruskan rapat itu dan KNI tetap melangsungkannya sesuai rencana.
[Continue reading...]

Pembentukan Pemerintah Daerah Jawa Tengah

- 0 komentar

Pembentukan Pemerintah Daerah
Sidang PPKI dilanjutkan pada tanggal 19 Agustus 1945 untuk mengesahkan pembentukan pemerintah daerah. Sehari sebelumnya Sukarno menunjuk Otto Iskandardinata bersama panitia kecil yang telah dibentuk pada tanggal 18 Agustus untuk merumuskan pembaagian wilayah negara Indonesia. Agenda sidang saat itu mendengarkan pembagian wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi sebagai berikut:
[Continue reading...]

Pembagian Kementrian dalam Kabinet I

- 0 komentar

Pada tanggal 19 Agustus 1945, setelah pembagian wilayah Indonesia, sidang dilanjutkan mendengarkan laporan dari Ahmad Subardjo mengenai pembagian departemen atau kementrian. Dalam laporannya disepakati NKRI terbagi menjadi 12 departemen, tetapi kabinet yang dipimpin oleh Presiden Sukarno  baru terbentuk pada 2 September 1945 dengan nama kabinet presidensil.
-          Kementrian Dalam Negeri      : R.A.A. Wiranata Kusumah
-          Kementrian Luar Negeri         : Mr. Ahmad Subarjo
-          Kementrian Kehakiman          : Prof. Mr. Supomo
-          Kementrian Keuangan            : Mr. A.A. Maramis
-          Kementrian Kemakmuran       : Ir. Surakhmad Cokroadisuryo
-          Kementrian Kesehatan            : Dr. Buntaran Martoatmojo
-          Kementrian Pengajaran           : Ki Hajar Dewantara
-          Kementrian Sosial                   : Mr. Iwa Kusumasumantri
-          Kementrian Pertahanan           : Supriyadi
-          Kementrian Penerangan          : Mr. Amir Syarifuddin
-          Kementrian Perhubungan       : Abikusno Cokrosuyoso
-          Kementrian Pekerjaan Umum : Abikusno Cokrosuyoso
Dalam kabinet presidensil terjadi politik identitas dimana saat itu pemimpin dari kelompok Islam seperti NU dan Muhammadiyah tidak banyak dimasukan. Seperti pemilihan menteri pendidikan, bukan dari golongan Muhammadiyah yang dimasukan melainkan dari Taman Siswa, yakni Ki Hajar Dewantara yang notabenenya organisasi Taman Siswa melarang guru-gurunya berpolitik aktif pada masa pergerakan nasional. Kemudian untuk posisi gubernur kebanyakan diduduki oleh orang-orang dari Parindra.
Usia kabinet presidensil berlangsung beberapa bulan saja, terhitung dari bulan Agustus 1945 sampai November 1945. Kemudian diganti menjadi kabinet parlementer yang pertama yang dipimpin oleh Syahrir pada tanggal 14 November 1945. Baik kabinet presidensial maupun parlementer aspirasi politik Islam dalam kepemerintahan tercegat yang merefleksikan politik identitas sehingga mengingatkan pada pengalaman pedih di jaman kolonial dimana secara politik Islam tersisihkan.
[Continue reading...]

Pemilihan Presiden Pertama RI

- 0 komentar
Pada tanggal 18 Agustus 1945 pukul 15.00 agenda sidang adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sebagai dasar hukumnya adalah pasal 3 tetapi dalam prosesnya, pertamakali pemilihan presiden dan wakilnya dilaksanakan oleh PPKI. Otto Iskandardinata mengusulkan aklamasi pemilihan presiden dan wakilnya, maka terpilihlah Sukarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya.
Sukarno dikukuhkan menjadi presiden dan wakil presiden secara resmi pada tanggal 29 Agustus 1945 oleh KNIP. Kedudukan Sukarno sebagai presiden menutut UUD 1945 adalah kedudukan selaku kepala pemerintah dan kepala negara (presidensil/single executive). Namun selama revolusi kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadi semi presidensil/double executive, dimana Sukarno sebagai kepala negara sedangkan Sutan Syahrir sebagai perdana menteri atau kepala pemerintahan. Hal itu terjadi karena dikeluarkannya maklumat wakil presiden No X dan maklumat pemerintahan bulan November 1945 tentang partai Politik. Hal itu ditempuh agar Republik Indonesia dianggap sebagai negara yang demokratis. 

[Continue reading...]

Pengesahan Undang-undang Dasar 1945

- 0 komentar

Negara Indonesia lahir
Proklamasi 17 Agustus 1945 dilaksanakan dalam situasi yang chaos, tergesa-gesa tanpa perencanaan jelas walaupun sebelumnya sudah dirancang BPUPKI dan PPKI untuk mempersiapkan Pemerintahan Indonesia. Dapat dipahami bahwa ketika diproklamasikan kemerdekaan Indonesia, saat itu negara kita belum sepenuhnya terbentuk, mengapa? Karena ada syarat yang harus dipenuhi sebagai berdirinya negara selain ada wilayah, memiliki struktur kepemerintahan dan diakui negara lain, yakni memilik kelengkapan lain seperti undang-undang dasar atau sumber peraturan hukum. Bagaimana proses the founding fathers kita membentuk sebuah pemerintahan negara yang berdaulat? Nah, kita bersama-sama akan membahas tentang ‘Pembentukan Pemerintahan Republik Indonesia’.
Pengesahan Undang-Undang Dasar (UUD 1945)
Sehari setelah merdeka, Indonesia belum memiliki Undang-undang Dasar. Padahal Undang-undang Dasar adalah hal pokok yang harus segera dipenuhi sebagai syarat menjalankan sebuah pemerintahan yang berdaulat, sehingga pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI segera mengesahkan UUD 1945 di Pejambon.
[Continue reading...]

Wednesday, April 11, 2018

Dipa Nusantara Aidit (biografi singkat)

- 0 komentar

Sebagai representasi politik komunisme di Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah bangkit dari repihan puing pemberontakan gagal Madiun tahun 1948, dan bertumbuh menjadi suatu kekuatan politik baru di Indonesia sejak tahun 1950. Tak disangka ada peran Dipa Nusantara Aidit untuk memajukan PKI. Berkat kepemimpinannya, pada tahun 1960an PKI dapat menjelma menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah RRC dan Uni Soviet.
[Continue reading...]

Soetomo 'Bung Tomo' (biografi singkat)

- 0 komentar

Ketika berbicara tentang heroisme arek Suroboyo melawan kedigdayaan Inggris yang berusaha menduduki Indonesia setelah kemerdekaan RI, sulit bagi kita untuk melupakan peranan besar Bung Tomo. Sutomo (ejaan lama: Soetomo) dilahirkan di Surabaya 3 Oktober 1920 silam. Pemuda Sutomo yang dikenal taat beragama kemudian didapuk menjadi salah satu pucuk perjuangan pada  pertempuran 10 November 1945 yang mampu menggerakkan semangat tempur arek Suroboyo melalui orasi radio.  Berkat keberanian dan kegigihannya, peristiwa bersejarah itu diabadikan menjadi Hari Pahlawan, sehingga nama Bung Tomo pun tetap dikenal dari generasi ke generasi.
[Continue reading...]

Tuesday, April 10, 2018

Abdul Haris Nasution (biografi singkat)

- 0 komentar

Abdul Haris Nasution lahir pada 3 Desember 1918, di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Nasution adalah anak petani yang menggeluti dunia militer setelah sebelumnya sempat menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Nasution merupakan penggagas Dwifungsi ABRI, sebuah konsep dalam peran ganda militer yang tidak lagi menjadikan tentara sebagai pembela rakyat, tetapi juga bermain dalam lapangan politik. Selain konsepsi dwifungsi ABRI, ia dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya ‘Strategy of Guerrilla Warfare’ menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia di West Point, Amerika Serikat.
[Continue reading...]

Negeri Rempah

- 0 komentar

Hai sahabat Story, kamu pernah dengar negeri Rempah? Dimana itu? Iya, benar.. Indonesia. Penggalan surga, itulah negeri kita. Gugusan pulau yang memanjang dari Sabang hingga Merauke menjadi berkah dengan gunung-gunungnya, sungai-sungainya dan laut pantaniya menyuburkan jengkal demi jengkal tanahnya yang ditumbuhi ratusan jenis tumbuhan nan sedap harum dipandang mata. Kira-kira tumbuhan apa ya yang sedap harum itu?. Rempah-rempah. Sudah tahu belum sejarahnya? Kalau belum, yuk kita bahas, Sejarah rempah-rempah.

[Continue reading...]

Sunday, April 8, 2018

Pelibatan Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia

- 0 komentar

UU Nomor 29 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah, memungkinkan daerah mandiri dalam upaya pembangunan daerahnya, termasuk bidang pendidikan. pemberlakuan otonomi tersebut membawa perubahan pada penyelenggaraan pendidikan, yaitu berkurangnya peran pemerintah pusat dalam pengelolaan pendidikan (Hasbullah, 2006: 2). UU Nomor 25 tahun 2000 tentang pembangunan nasional, menyatakan ada tiga tantangan bidang pendidikan di Indonesia, yaitu: 1) mempertahankan hasil pendidikan yang sudah tercapai. 2) mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkompeten dan mampu bersaing di pasar global, dan 3) sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, pendidikan nasional dituntut untuk mewujudkan proses pendidikan yang demokratis, memelihara kebutuhan daerah dan peserta didik serta mendorong partisipasi masyarakat (Hasbullah, 2006: 1).

[Continue reading...]

Kebudayaan Bacson-Hoabinh Indonesia

- 0 komentar

Sahabat Story, kamu penasaran gak dengan penyebaran kebudayaan Mesolithikum di Indonesia? Jadi Sahabat Story semua, penyebaran kebudayaan mesolithikum di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan Bacson-Hoabinh. Ciri khas kebudayaan ini ada pada produksi peralatan batu yang  masih dikerjakan secara kasar, namun pada sisi-sisinya sudah diasah. Loh kayak apa itu? Yuk daripada bingung, kita bahas bersama-sama tentang kebudayaan Bacson Hoabinh di Indonesia.
[Continue reading...]

Setiap Guru Membutuhkan Seorang Mentor

- 0 komentar
Sahabat Story, menjadi guru baru memang susah. Apa lagi kalo pertama kali ngajar, hemmm horor. Masalah pengalaman kadang membuat kita seperti komedi putar di depan kelas, pusing tujuh keliling, benar gak tuh?. Supaya kita tidak mengalami kejadian buruk seperti itu maka kita membutuhkan Metor.
[Continue reading...]

Friday, April 6, 2018

Pembagian Jaman Prasejarah Berdasarkan Penanggalan Geologi

- 0 komentar

Hi, Sahabat Story, pada kesempatan hari ini kita akan membahas tentang pembagian jaman PraSejarah Indonesia berdasarkan penanggalan stratigrafi lapisan bumi, yaitu Kala Pleistosen. Sebenarnya apa sih Kala Pleistosen itu? Kapan berlangsungnya Kala Pleistosen, dan Apa buktinya? Biar gak penasaran, yuk kita bahas bersama-sama Pembagian Jaman Prasejarah Indonesia Kala Pleistosen
[Continue reading...]

Tuesday, April 3, 2018

Hasil Kebudayaan Palaeolithik (Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong)

- 0 komentar
Siapa diantara kalian yang pernah dengar Hasil Kebudayaan Palaeolithik? Mungkin Sahabat Story masih ada yang asing dengan budaya ini ‘kan’?. ‘Nah’ biar ‘gag’ bingung tentang hasil kebudayaan Palaeolitik ini, di pelajaran hari ini Mas Guru akan membahas tentang Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong. ‘Kok’ bisa daerah Pacitan dan Ngandong disebut? Yuk langsung saja.
[Continue reading...]

Saturday, March 31, 2018

Pembagian Sejarah Bumi dari Archaeikum hingga Neozoikum berserta Buktinya

- 0 komentar

Hai sahabat Story, taukah kamu bahwa Homo erectus tak pernah sungguh punah? Begitupun Dinosaurus. Mereka meninggalkan banyak fosil bagi kita. Memang masa lampau tak sepenuhnya sirna. Lihat, lapisan bawah tanah sarat lembar-lembar salinan epoch, bukan?.
Baiklah sahabat Story, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pembagian Sejarah Bumi. Dimulai dari yang tertua Era Archaekum hingga paling muda di Era Neozoikum Periode Tertiair Epoch Alluvium. Bingung kan? Langsung saja.
[Continue reading...]

Friday, March 30, 2018

Homo Wadjakensis

- 0 komentar

Sahabat Story, kali ini kita akan membahas tentang Homo wadjakensis. Sebenarnya Homo wajdakensis ini makhluk apa ya? Kok orang Australia sampe getol sekali pengen mengenal jauh makhluk ini. Yuk biar gag penasaran kita bahas bersama-sama Homo wadjakensis.

Jadi sejarahnya begini sahabat Story, penemuan Homo wadjakensis pertama kali ditemukan di di desa Campurdarat, letaknya di selatan Gunung Wilis Jawa Timur. Di sana ada bekas danau kuno yang sudah tertimbun pasir dan debu. Pada tahun 1889 van Rietschouten menemukan dua fosil tengkorak manusia purba. Dua fosil tersebut memiliki volume otak 1530 cc dan 1650 cc, suatu ukuran yang melebihi kapasitas volume otak manusia modern saat ini. Kemudian hasil temuan ini ia namakan Homo wadjakensis atau manusia Wadjak sesuai dengan tempat penemuannya
[Continue reading...]

Thursday, March 29, 2018

Corak Hunian Manusia Purba

- 0 komentar

Hai sahabat Story pernah gak kalian  membayangkan tinggal di rumah jaman manusia Purba? Kalo Mimin sih pernah, Jadi Mimin bayangin waktu itu Mimin hidup di goa yang lembab, terus ketika malam tiba biar Mimin gak kedinginan Mimin bakar kayu sambil dinner bersama anak istri lauknya biawak panggang. Heehehe, Baiklah biar kalian semua gag penasaran dan bisa bayangin apa yang berlari-lari di otak Mimin, marilah kita besama-sama membahas tentang Corak Hunian Manusia Praaksara



Jadi begini sahabat Story, di jaman mesolithik hunian manusia purba masih berupa Gua-Gua yang sebenarnya adalah curuk-curuk batu karang. Motif mereka menempati Gua mulanya hanya sebatas untuk tempat berlindung dari panas dan hujan sehingga Gua tidak ditempati selamanya sebab saat itu pola hidup mereka masih berpindah-pindah mengikuti ketersediaan pangan. Namun pada kasus tertentu, dimana sumber pangan berlimpah, Gua-Gua menjadi hunian tetap. Biasanya hunian ini letaknya di sekitar pantai ataupun sungai.
[Continue reading...]

Wednesday, March 28, 2018

Teori proses masuk dan berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia

- 0 komentar

Sahabat Story, pada tahun 2006 silam Yogyakarta diguncang gempa bumi dasyat. Saat itu ada sebuah bangunan peninggalan Jaman Hindu-Buddha yang terdampak. Kira-kira bangunan apa itu?. Yup,  benar sekali, Candi Prambanan. Mengenai corak candi Prambanan kok bisa ya bangunan Hindu ada di Indonesia? Daripada bingung, yuk kita ulas bersama-sama proses masuk dan berkembangnya agama dan budaya Hindu-Buddha di Indonesia.
Jadi begini sahabat Story, Perkembangan Agama Hindu di mulai dari Asia Selatan. Agama ini dikembangkan oleh Bangsa Hindu yaitu campuran antara Bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah dan Bangsa Dravida. Sedangkan agama Buddha berasal dari India Utara. Agama ini dibawa oleh Siddharta, putra Raja Suddodhana dari kerajaan Kapilawastu.
Sebenarnya siapa sich yang membawa agama dan budaya Hindu Buddha ke Indonesia, sahabat Story?. Tentunya pertanyaan ini menjadi pertanyaan menarik sebab masih dalam perdebatan panjang.
[Continue reading...]

Tuesday, March 27, 2018

Teori Model Pembelajaran Kontekstual

- 0 komentar
Hay sahabat Story yang lagi bingung cari teori tentang model pembelajaran Kontekstual (CTL). Sudah ngopi belum? Kalau belum, bikin dulu deh, biar otak kalian yang kelelahan bisa bekerja maksimal lagi. Tenang kok Mimin tunggu. Sudah bikin kopinya? Kalau sudah yuk kita bahas model pembelajaran Kontekstual. Kira-kira apa yah model pembelajaran kontekstual itu, yuk langsung saja kita bahas bersama-sama.
Apa itu model pembelajaran?
Dilihat dari susunan kalimatnya sahabat Story, “model pembelajaran” terdiri dari dua kata yang saling berhubungan yaitu “model” dan “pembelajaran”. Model berarti pola, acuan, contoh, dan ragam dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (kbbi.web.id/model) dan pembelajaran berarti proses, cara, dan perbuatan untuk menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (kbbi.web.id/ajar).
[Continue reading...]

Maklumat Nomor X dan Bubarnya Dwitunggal Sukarno-Hatta

- 0 komentar

Cita-cita Hatta adalah membentuk negara federal, tetapi ia sadar bahwa bentuk negara federal belum populer di Jawa. Dalam Maklumat No. X (16 Oktober 1945) terdapat gagasan Hatta bahwa partai sangatlah penting untuk tujuan mempertahankan kemerdekaan. Partai politik merupakan tempat terhimpunya beragam potensi dan kecerdasan politik pada diri anak bangsa untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dalam konteks pengelolaan negara. Partai juga merupakan titik temu antara State dan Civil Society. Gagasan tersebut ditentang oleh Soekarno karena Soekarno tidak menginginkan banyak partai politik. Hatta meletakan jabatan wakil presiden pada tahun 1957  karena Hatta merasa, bahwa jabatan wakil presiden hanyalah seremonial saja menurut UUDS 1950. Ketika Hatta turun semakin terbuka lebar bagi lahirnya demokrasi terpimpin. Pemberontakan Juga terjadi didaerah daerah melawan pemerintah pusat seperti pemberontakan di Sulawesi dan Sumatera, pemberontakan tersebut terinspirasi oleh mundurnya Hatta.
[Continue reading...]

Latar Belakang Berdirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia

- 0 komentar






Sahabat Story pernah denger Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)? Kok bisa ya dibuat Pemerintah Darurat? Memang saat itu Republik Indonesia lagi ada apa sich? Biar gag penasaran yuk kita bahas latar belakang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia.  

Jadi begini sahabat Story, ketika Belanda menyerbu ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta, Belanda juga menyerang kota Bukittinggi. Kejadian itu berlangsung pada tanggal 19 Desember 1948 ketika Hatta sedang disana. Soekarno memanggil Hatta untuk datang ke Yogyakarta, kalangan militer dubawah komando Panglima Besar Jenderal Soedirman sudah bersiaga. Beberapa jam setelah kota Yogyakarta jatuh, Soekarno- Hatta diasingkan ke Bangka. Pada saat itulah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) didirikan. Sjafruddin Prawiranegara ditunjuk sebagai pemimpinnya, dan dialah yang menjadi “presiden” PDRI pada masa itu.

[Continue reading...]

Testamen untuk Tan Malaka

- 0 komentar

Sebelumnya Mimin tanya pada sahabat Story semua. Sahabat Story pernah denger nama Tan Malaka?. Memang tokoh satu ini jarang sekali kita dengar dari buku-buku pelajaran sekolah ya. Tapi taukah sahabat Story bahwa Revolusi Republik ini pernah akan diwariskan kepada Tan Malaka? Begini ceritanya.
Hatta tiba di Belanda untuk menjadi seorang komunis. Ternyata, karakter komunisme tidak cocok dengan wataknya. Semenjak di Belanda, Hatta berseteru dengan Semaun sejak itu Hatta mengkritik komunis. Pada masa pendudukan Jepang, terjadi konflik antara Tan Malaka dan Hatta. Tan Malaka menuduh Soekarno- Hatta berkolaborasi dengan Jepang. Seperti Hatta, Tan Malaka bukanlah orang sembarangan. Tan Malaka adalah tokoh yang pertama menggagas berdirinya Republik Indonesia. Niat mengeluarkan Testamen diucap Soekarno dalam rapat kabinet pada pekan ketiga september 1945. Bila sekutu menawan Soekarno, maka ia menyerahkan pimpinan revolusi kepada salah seorang yang mahir dalam berjuang tetapi Soekarno masih merahasiakannya. Ahmad Soebarjo tahu siapa yang dimaksud yaitu Tan Malaka. Soebarjo bisa tahu karena Tan pernah membicarakannya. Testamen sendiri akan terlaksana setelah Inggris mendarat dan Sekutu menangkap Soekarno karena dituduh berkolaborasi dengan Jepang.
[Continue reading...]

Piagam Jakarta, siapa yang hapus tujuh kata penting?

- 0 komentar
Sahabat Story, mengerjakan matematika memang membingungkan yah. Apalagi yang dikerjakan pake rumus tingkat dewa, pasti pening tujuh keliling. Tapi ada lho yang lebih pusing lagi daripada rumus itu semua. Yup, benar merumusakan dasar negara baru. Kira-kira sahabat Story tahu tidak dasar negara kita itu apa? Pancasila. Pada kesempatan kali ini Mimin ingin mengajak sahabat Story membahas tentang bagaimana pusingnya The Founding Fathers kita merumuskan dasar negara.

Jadi begini sahabat Story, saat merumuskan dasar negara baru pada tanggal 18 Agustus 1945 di gedung Volksraad, Penjambon, ada 7 kata yang menjadi perdebatan antara kalangan Kristen dan Islam ketika berlangsungnya sidang PPKI . Tujuh kata tesebut ialah  “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dihilangkan di sila pertama pada Pancasila dan UUD 1945 dikarenakan pihak Kristen keberatan terhadap kalimat tersebut.
[Continue reading...]

Soekarno Meminta Ampun kepada Belanda

- 0 komentar
Hai sahabat Story, siapa yang pernah denger Sukarno meminta ampun kepada Belanda?. Rasa-rasanya kok mustahil ya seorang Sukarno meminta ampun kepada Belanda, pasalnya Sukarno itu orangnya, ya gitu deh. Mau tahu sejarahnya, yuk langsung saja.
Benarkah pada tahun 1933 Soekarno pernah meminta ampun kepada Belanda itu masih menjadi polemik dan kontroversi sahabat Story. Jadi ceritanya begini, pada tanggal 1 agustus 1933, Soekarno ditangkap Belanda dan ditahan di penjara Sukamiskin. Dalam tulisan Ingleson, Soekarno pernah menulis 4 pucuk surat, pada tanggal 30 Agustus,  7, 21, dan 28 Februari 1933 kepada Pokrol Jenderal Hindia Belanda. Dalam surat surat itu, Soekarno memohon agar ia dibebaskan dari tahanan penjara, sebagai gantinya Soekarno berjanji tidak akan lagi terjun dalam dunia politik pada masa selanjutnya. Ia juga mengirim surat ke Pimpinan Partindo yang isinya meminta untuk berhenti dari partai dan bersedia menandatangani apa saja yang dikehendaki pemerintah Belanda
[Continue reading...]

Kesultanan Banten (Lahir, Berdiri, dan Runtuhnya)

- 0 komentar

Hai sahabat Story, siapa nich diantara kalian yang tinggal di Banten? Taukah sahabat Story ternyata di Banten pernah berdiri negara tradisional yang mampu bertahan selama 291 tahun, lho. Kira-kira negara apa ya? Yup, benar sahabat Story, jawabannya adalah Kesultanan Banten. Tapi sahabat Story sudah tahu sejarahnya apa belum? Kalau belum yuk kita sama-sama membahas tentang Kesultanan Banten.
Jadi begini sejarahnya, Kesultanan Banten merupakan kerajaan Islam yang berdiri di Pasundan. Berawal dari perluasan wilayah Kesultanan Cirebon dan Demak di kawasan Pesisir pulau Jawa bagian Barat pada tahun 1522 oleh Sunan Gunung Jati kerajaan ini akhirnya berdiri. Sejak 1522 hingga 1888 sudah tercatat sebanyak 17 sultan memerintah negara ini.
[Continue reading...]

Sosok dan Kepribadian Mohammad Hatta

- 0 komentar

Hatta adalah orang yang sederhana dan rendah hati. Ia terkesan pendiam dan kaku, mungkin lebih tepatnya adalah ia hemat bicara.. Ia selalu memilih kata kata yang singkat tetapi padat isinya jika berbicara. Hatta merupakan orang yang berwibawa dan penuh kasih sayang.  Karena kewibawaanya itu, anak-anaknya selalu hormat kepadanya. Hatta juga seorang yang teguh pada pendirian. Keteguhan hati Hatta bisa dicerminkan ketika Hatta berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Hatta bersumpah tidak akan menikah jika Indonesia belum merdeka dan janji itu telah dilaksanakannya. Ia menikah pada usia 43 tahun, tepatnya pada tanggal 18 November 1945. Oleh Soekarno, Hatta dijodohkan dengan Rahmi Rachim seorang gadis berusia 19 tahun, anak teman baik Soekarno yang bernama Abdul Rachim.
[Continue reading...]

Monday, March 26, 2018

TAN MALAKA Biografi Singkat 1897-1949

- 0 komentar

Tan Malaka adalah teladan tokoh revolusi kiri yang militan, radikal, dan revolusioner. Sebagai seorang ideolog, Tan Malaka menuangkan buah pikirannya melalui karyanya Naar de Republiek Indonesia “ Menuju Republik Indonesia” pada tahun 1924 yang mendahului karya bung Hatta Indonesia Vrije  “ Indonesia Merdeka pada tahun 1928 dan Menuuju Indonesia Merdeka karya Bung Karno.
Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka lahir di Pandan Gadang Suluki, Sumatera Barat,  pada 2 Juni 1897. Pada usia 12 tahun, Tan Malaka berkesempatan mengecap sekolah pendidikan guru yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda di Bukittinggi. Tan Malaka lulus pada tahun 1913. Lalu atas rekomendasi Horesma, dan berkat pinjaman dana dari para engku sebesar Rp. 50 per bulan, pada usia 17 tahun dia melanjutkan studi ke negeri Belanda untuk sekolah di Rijksweekschool (Sekolah Pendidikan Guru Pemerintah) di Haalem.
[Continue reading...]

Penggunaan Ilmu Empiris Pada Penelitian Kualitatif

- 0 komentar

Ilmu merupakan suatu aktifitas manusia untuk memperoleh pengetahuan dengan memahami berbagai hal dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Dengan ilmu, seorang ilmuan akan memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional (Suryo, 2014: 34). Ilmu tidak hanya sebagai aktivitas tunggal saja, tetapi suatu rangkaian aktifitas (proses) untuk tujuan tertentu (Suryo, 2014: 36). Artinya aktifitas manusia dalam pembentukan sebuah ilmu harus melalui sebuah prosedur, yaitu rangkaian berbagai tindakan, pikiran pola kerja, cara teknik dan tata langkah yang disebut dengan metode ilmiah. Dalam hal ini, metode ilmiah dapat digunakan seorang peneliti agar bekerja secara runtut dengan pembatasan yang jelas sesuai dengan rencana semula (Suryo, 2014: 37).
[Continue reading...]

Penalaran Induktif dan Deduktif

- 0 komentar
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
            Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai suatu kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
[Continue reading...]

Homo soloensis

- 0 komentar

Hai sahabat Story, pada kesempatan hari ini Mimin akan membahas tentang Manusia Solo. Apa? Manusia Solo? Itu mah biasa aja Mimin di berita banyak atuh contohnya berita Pak Presiden yang dari Solo. Tapi yang Mimin bahas bukan Manusia Solo jaman Now ya tetapi Homo Soloensis atau Manusia Solo yang hidup pada jaman Prasejarah. Langsung saja yuk kita masuk ke pembahasannya. 
[Continue reading...]

Test

- 0 komentar
Test
[Continue reading...]

Kerajaan Demak (Lahir, Berdiri, dan Runtuhnya)

- 0 komentar
Sahabat Story, pernahkah kalian baca tentang sejarah Kerajaan Demak? Kira-kira apa ya yang menarik dari Kerajaan satu ini, sudah tahu belum?. Kalau belum, yuk kita sama-sama membahas tentang Sejarah Kerajaan Demak dari berdiri hingga runtuhnya kerajaan ini. Langsung saja ya!.
Jadi begini sahabat Story, Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Pantai Utara Jawa. Mulanya Demak menjadi daerah bawahan dari Kerajaan Majapahit, tetapi dalam perkembangannya Kerajaan Demak muncul sebagai kekuatan baru yang mewarisi legitimasi dan kebesaan Majapahit.
Berdirinya Kerajaan Demak
Sahabat Story, di dalam Babad Tanah Jawa diceritakan tentang berdirinya Kerajaan Demak yang dimulai dari dipanggilanya Raden Patah menghadap Raja Majapahit, Brawijaya. Di sana, Raden Patah diakui sebagai anak Raja Brawijaya sehingga ia diangkat menjadi adipati Bintara serta diberi sepuluh ribu abdi (pegawai). Raden Patah merupakan putra Raja Brawijaya V (Bhre Kertabhumi) dari istri selir Tionghoa yang dibuang ke Palembang.
Berkembangnya Demak menjadi kekuatan baru dimulai menjelang akhir abad ke-15 ketika pamor kerajaan Majapahit mulai redup. Berdirinya kerajaan Demak tidak terlepas dari keadaan politik Jawa saat itu yang saat itu sedang carut-marut diwarnai dengan banyak daerah bawahan Majapahit yang ingin memisahkan diri. Berikut adalah raja-raja Kerajaan Demak:
[Continue reading...]

Dampak Westernisasi di Kerajaan Mangkunegara

- 0 komentar

Mangkunegara merupakan kerajaan tradisional vasal dari Kasunanan Surakarta. Meskipun merupakan negara bawahan, pengaggeng Mangkunegaran tidak mau negerinya tetap dibawah bayang-bayang Kasunanan sehingga dengan berbagai cara raja-raja Mangkunegara membuat berbagai inovasi untuk menghilangkan dominasi Kasunanan atas kedaulatan Mangkunegara.
Dimulai Setelah negara induk Mataram Islam terpecah menjadi dua, yakni Kasunanan dan Kasultanan, penerus Mataram Islam yakni Kasunanan juga terpecah menjadi dua. Dengan diadakannya perjanjian politik di Salatiga sebagai dampak dari pemberontakan Mas Said, akhirnya wilayah Kasunanan harus terbagi menjadi dua kerajaan. Dengan begitu, di Jawa Tengah saat itu terdapat tiga sumbu kekuatan politik pribumi.
[Continue reading...]

Sunday, March 25, 2018

Pelacuran di Kota Surabaya dan Bandung

- 0 komentar

Sejarah pelacuran di Jawa pada masa kolonial hanya sedikit yang tereksplorasi. Tidak mengherankan jika aspek kehidupan yang dianggap tidak menyenangkan (pamali/saru) tidak terungkap karena minimnya dokumen saat itu. Prostutusi merupakan fenomena besar dalam masyarakat perkotaan. Meskipun tidak eksklusif, hal itu menjadi masalah bagi penguasa karena maraknya penyeabaran penyakit kelamin di daerah koloni. Kolonialisme dan kapitalisme ditengarai sebagai sebab dari degradasi moral perempuan Indonesia. Informasi statistik tentang penyebaran dan pengobatan penyakit kelamin didapat dari Koloniaal Verslag dan majalah kedokteran. Antara tahun 1905 hingga 1914, penyelidik kesehatan Eropa dan Declining Welfare Commission, telah mempublikasikan serangkaian laporan tentang prostitusi dan penyakit kelamin dalam konteks sosial yang lebih luas.
Prostitusi dan rumah bordil yang terorganisasi sudah menjadi bagian pada masyarakat perkotaan. Masyarakat pedesaan dengan kendali sosial yang ketat, sangat mungkin untuk dimasuki prostitusi meskipun tidak terlalu terekspos dan tidak terbuka bagi masyarakat umum. Sejak era VOC, prostitusi dan penyakit kelamin sudah menyebar luas di daerah Jawa. Setelah Jawa direbut Inggris, Raffles menaruh perhatian pada pencegahan penyebaran penyakit sifilis pada penduduk pribumi. Dia memerintahkan kepada para Residennya untuk bekerja secara sistematis dalam melawan penyakit ini. Keseriusannya untuk mecegah penyebaran penyakit ini, dibuktikan olehnya dengan mendirikan rumah sakit sifilis pertama bagi para pelacur di Yogyakarta tahun 1811.
[Continue reading...]

Modalitas Suharto dalam Mencapai Puncak Kekuasaan

- 0 komentar

Harold Crouch dalam artikelnya tahun 1979, berjudul “Patrimonialisme dan Kekuasaan Militer di Indonesia” dalam pandangan Jamie Mackie, mempunyai kontribusi penting kepada kita untuk memahami sistem politik Orde Baru yang berkuasa selama tiga puluh dua tahun.  Yang menarik perhatian adalah adanya perlindungan dalam bentuk hubungan patron klien selama Suharto berkuasa. artikel tersebut lebih detil dalam memberi penjelasan pada masyarakat umum tentang hubungan patron-klien dibanding artikel sejenis yang dikarang oleh ahli politik lainnya. Berbagai bentuk patronase dapat ditemukan di negara-negara berkembang dan dapat diamati dengan mudah di negara tetangga Indonesia, seperti: Malaysia, Thailand, Filipina (selama dipimpin Marcos) dan juga Singapura (meskipun dengan alasan khusus yang berbeda dengan negara-negara lain). Tapi tidak satupun dari negara-negara itu yang mempunyai sistem sekomplek di Indonesia yang mengakar sampai level bawah selama dipimpin oleh Suharto. Hal itu layak dipertimbangkan untuk mengetahui karakteristik tunggal dari sistem politik Indonesia yang dapat memberi gambaran  tentang patrimonialis.
[Continue reading...]

Saturday, March 24, 2018

Homo floresiensies

- 0 komentar

Hai sahabat Story sudah pada ngopi belum? Kok pada diem diem bae’. Sahabat Story, kalian sudah tahu ada manusia hobbit yang pernah menghuni Nusantara?. Yup benar  Homo floresiensis namanya. Baiklah biar gak bertele-tele langsung saja ya kita bahas Homo floresiensies.

Jadi sahabat Story, sebagaimana namanya jenis manusia purba  yang ditemukan di Gua Liang Bua (LB) pada tahun 2003 ini berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Homo floresiensis atau yang
[Continue reading...]

Teori Prestasi Belajar

- 0 komentar

Hai sahabat Story mengerjakan skripsi memang susah yah. Apalagi kalau dosen nyuruh baca buku satu rak di perpustakaan, pasti pening sekali yah. Baiklah, kali ini Mimin mau ngeshare referensi tentang teori-teori yang berkaitan dengan prestasi belajar biar sahabat Story nggak pusing-pusing lagi cari buku yang belum jelas keberadaannya buat penelitan pendidikan. Yuk langsung saja kita bahas!.

Jadi sahabat Story pengertian prestasi belajar menurut menurut para ahli itu sebagai berikut:
Arikunto (2006:33) prestasi adalah hasil usaha siswa selama mengikuti pembelajaran yang diukur guna memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Suryabrata (2001:297) mendefinisikan prestasi belajar sebagai hasil belajar siswa yang dinilai oleh guru berkaitan dengan kemajuan siswa selama mengikuti pembelajaran dalam waktu tertentu.
Winkel (1983: 161) prestasi belajar merupakan kegiatan belajar yang menghasilkan suatu perubahan yaitu hasil belajar.
[Continue reading...]

Homo erectus (Pithecanthropus erectus)

- 0 komentar

Sahabat Story sudah pernah denger Homo erectus kan?. Manusia purba yang satu ini pernah hidup di Indonesia, lho.  Namun diantara kalian pasti ada yang tidak tahu tentang manusia purba ini. Nah, kali ini kita akan membahas tentang Homo erectus.
Eugène Dubois, a Dutch surgeon, found the first Homo erectus individual (Trinil 2) in Indonesia in 1891. In 1894, Dubois named the species Pithecanthropus erectus, or ‘erect ape-man
Jadi begini sahabat Story adanya Homo erectus bermula dari penelusuran seorang dokter bedah militer Belanda bernama Eugene Dubois yang berhasil menemukan tulang rahang individu Homo erectus (nama modern Pithecanthropus erectus) di tepi Bengawan Solo di daerah Trinil, Kabupaten Ngawi Jawa Timur pada tahun 1890. Dari temuanya tersebut kemudian menjadi tolak pangkal dari penemuan-penemuan makhluk sejenis berikutnya.      
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. Padi Emas - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger